August 01, 2020

Wisata Danau Koto Kari, Gowes Bebek di Danau Desa Wisata

Reagan, Ayah, Ibu dan Bang Alfi

MUNGKINBLOG.COM - Hari Sabtu (1/8) kami memutuskan untuk berwisata sejenak ke Danau Wisata Koto Kari yang terletak di Koto Kari, Kecamatan Kuantan Tengah, Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau. Danau Koto Kari dari rumah kami yaitu Desa Pulau Aro, berjarak sekitar 5 km dan dapat ditempuh dengan kendaraan roda dua maupun roda empat dengan waktu tempuh lebih kurang 10 menit.

Map ke Danau dari Rumah Kami

Kami berangkat sekitar pukul 5 sore dari rumah bersama keluarga dengan total 3 sepeda motor. Oleh karena jarak yang cukup dekat dan hemat biaya serta waktu, sehingga kami memilih lokasi Danau Wisata Koto Kari untuk berwisata kali ini. Apalagi Danau Koto Kari tidak begitu ramai saat ini.
Danau Wisata Koto Kari

Danau Koto Kari atau Danau Wisata Koto Kari ini biasa juga disebut Danau Mesjid Koto Kari karena ada mesjid megah yang terletak di pinggir Danau ini. Danau ini sebenarnya juga berfungsi untuk mengairi persawahan milik warga yang ada disamping bendungan Danau tersebut. 

Berdasarkan spanduk yang ada pada lokasi Danau, dapat kita ketahui bahwa tempat wisata ini merupakan Badan Usaha Milik Desa yaitu Desa Koto Kari. Waahh keren ya BumDes yang dimiliki desa ini. Tentunya dengan tujuan agar dapat meningkatkan ekonomi masyarakat desanya.

Adapun unit usaha wisatanya yaitu:
  1. Wisata Rumah Pohon
  2. Mainan Anak (Mobil dan Scooter Anak) 
  3. Speed Boat
  4. Itik-itik
  5. Perahu Hias
  6. Sepeda Air
Nah, untuk wisata kali ini kami hanya menikmati untuk bermain itik-itik dengan harga sewa Rp. 20.000/itik-itik selama 15 menit. Lumayan terjangkau sih.

Kak Juli & Kak Syakilla dan Ayah Ibunya

Kak Zizi dan Ayah Ibunya

Ayah Reagan minta fotoin dekat tulisan Desa Wisata Koto Kari

Sebelumnya kami juga pernah datang kesini dan menikmati wisata rumah pohon dengan spot foto yang sangat menarik. Dari atas rumah pohon dan mengarah ke Danau. Keren yaa. Harga masuk spot wisata rumah pohon yaitu Rp. 5.000/orang.
Ada spot foto menarik dari rumah pohon

Reagan dan Ayah

Ibu dan Reagan

Perahu hias itu juga bisa disewa loh. Tapi kami belum pernah mencobanya. Mungkin lain kali, karena tadi sudah terlanjur sore dan tidak memungkinkan lagi. Berikut ini foto perahu hias dari Instagram @seska_wulandari.
Perahu Hias

Gimana? Keren banget ya. Kalian udah pernah kesini belum? Coba komen di bawah yaaa. Yuk berwisata ke Danau Wisata Koto Kari Danau Koto Kari Danau Mesjid Koto Kari. Sampai jumpa. Salam kayuah. 

May 19, 2020

Air Terjun Batu Gajah di Kecamatan Kuantan Mudik

Foto Refki Maulana Ibrahim. Lokasi: Air Terjun Batu Gajah di Kecamatan Kuantan Mudik

MUNGKINBLOG.COM - Air Terjun Batu Gajah merupakan salah satu destinasi andalan dari Kecamatan Kuantan Mudik, Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau yaitu tepatnya di Cengar. Air Terjunnya tidak begitu tinggi hanya sekitaran 2 meter saja. Untuk sampai ke kawasan air terjun butuh waktu sekitar setengah jam ke Cengar dari Pusat Kota Teluk Kuantan, Kabupaten Kuansing, Riau.

April 01, 2019

Air Terjun Batang Koban (7 Tingkat) Tangkoban

Air Terjun Batang Koban sering juga disebut Air Terjun Tangkoban. Ada pula yg menyebutnya Air Terjun 7 (tujuh) Tingkat dalam bahasa Kuantan Singingi, Riau disebut "Air Terjun Tujuah Tingkek". Tentunya karena memang air terjun ini memiliki 7 tingkatan. Dari tingkat satu ke tingkat lainnya dibutuhkan waktu sekitar 1 - 5 menit untuk menjangkaunya. Ya, tingkatnya tidak berjenjang seperti tangga, melainkan terletak di beberapa lokasi yang masih dalam aliran air yang sama. Yuk, langsung saja kita bahas tentang Air Terjun Tangkoban.

March 31, 2019

Daftar Air Terjun Kabupaten Kuantan Singingi

Pesona Kabupaten Kuantan Singingi sudah tak terbantahkan lagi. Banyak wisata alam yang bisa dikunjungi mulai dari pemandian, sungai hingga air terjun yang terkenal keindahannya. Pada awalnya masyarakat Kuansing umumnya hanya kenal dekat dengan 2 (dua) air terjun saja yaitu Air Terjun Guruh Gemurai dan Air Terjun Tangkoban (7 tingkat). Wajar saja karena memang hanya 2 (dua) ini saja air terjun yang dikelola oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Kuantan Singingi. Kalau sudah dikelola, artinya akan dipromosikan oleh pemerintah. Sementara sisanya terabaikan, hanya dikelola oleh masyarakat sekitar saja. Bisa dimaklumi, mungkin karena ada berbagai macam kendala yang menghadang. Semoga kedepannya wisata-wisata alam Kuansing bisa lebih diperhatikan pemerintah yaa. Sebelum itu, kita sebagai masyarakat juga sudah sepatutnya menjaga alam Kuansing, dengan menjaga kebersihan wisata alam salah satu contohnya. Langsung saja kita bahas tentang Daftar Air Terjun Kabupaten Kuantan Singingi.

May 30, 2017

Meriahnya Tradisi Mandi Belimau 1438 H di Kabupaten Kuantan Singingi

Marhaban Ya Ramadhan. Alhamdulillah segala puji syukur kita ucapkan karena masih diberikan kesempatan oleh Allah SWT untuk bertemu lagi dengan bulan suci yang penuh berkah ini, bulan Ramadhan. Dengan datangnya bulan suci Ramadhan ada berbagai macam tradisi untuk menyambutnya. Tentu saja, dari berbagai daerah di Indonesia memiliki tradisi masing-masing untuk menyambut bulan puasa. Begitu juga dengan daerah saya, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau. Tidak jauh berbeda dengan kabupaten-kabupaten di Riau lainnya. Di Kuansing ada sebuah tradisi yang bernama Mandi Belimau. Tradisi ini umumnya dilaksanakan oleh mayoritas masyarakat Provinsi Riau. Namun namanya saja yang berbeda. Ada yang menyebutnya Mandi Belimau, Balimau Kasai, bahkan daerah lainnya di Riau ada yang namanya Petang Megang. Konsepnya sama, namanya berbeda.

Nah, sebelumnya ditahun 2013 saya sudah pernah menulis tentang Mandi Belimau ini yaitu pada artikel Penetapan Awal Ramadhan dan Tradisi Mandi Belimau berikut ini sedikit kutipannya.

Mandi Belimaumandi = mandi, limau = jeruk, Mandi Belimau berarti mandi menggunakan jeruk. Konon katanya tradisi ini diturunkan dari nenek moyang dan sudah ada sejak dahulu kala. Mandi Belimau dilakukan untuk mensucikan diri dari hadast besar sebelum berpuasa dibulan Ramadhan. Seperti ajaran agama Islam, mandi belimau sama halnya dengan mandi wajib. Namun perbedaannya, mandi belimau ini dilakukan ditempat-tempat umum seperti sungai, air terjun, danau, pantai dan tempat pemandian lainnya dengan menggunakan jeruk sebagai pengganti sabun. Namun, seiring berjalannya waktu, mandi belimau tidak lagi menggunakan limau.

Inilah tradisi kami, memang masih banyak juga yang menggunakan limau untuk mensucikan diri. Tetapi kebanyakan masyarakat lebih memilih menggunakan shampoo karena terbilang lebih praktis. Dengan adanya tradisi mandi belimau ini, wisata alam seperti sungai dan air terjun di Kuansing dipenuhi pengunjung. Mulai dari Sungai Kuantan yang membentang disepanjang Kabupaten Kuansing sampai Sungai Tabijo dengan pesona hitz kekiniannya. Sekitar 30 air terjun yang tersebar di Kabupaten Kuansing juga kebanjiran pengunjung. Tidak hanya itu keseruan petang menuju Ramadhan ini tersebar diseluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Kuansing. Banyak acara-acara yang diadakan masyarakat untuk memeriahkannya. Baiklah kita bahas satu-satu.

Mandi Belimau di Air Terjun
Air Terjun di Kuansing ada sekitar 30 (tiga puluh). Dengan banyaknya air terjun ini, ternyata tidak membuat pengunjung tiap air terjun menjadi sunyi. Bahkan tiap air terjun yang memiliki pesona tersendiri, menjadi magnet bagi pengunjung untuk mandi belimau disana. Salah satunya Air Terjun Patisoni. Dengan jarak tempuh yang lumayan dekat dari Kota Teluk Kuantan (ibukota Kuansing), Air Terjun Patisoni dipenuhi pengunjung.




Mandi Belimau di Sungai Kuantan

Sungai Kuantan membentang sepanjang Kabupaten Kuantan Singingi, Riau. Saya merupakan salah satu masyarakat Kuansing yang memilih untuk membuat acara mandi belimau di Sungai Kuantan. Tentu, karena tidak perlu jauh-jauh untuk Mandi Belimau, saya cukup ke belakang rumah dan tadaaaa terebentanglah Sungai Kuantan. Sebenarnya keadaan Sungai Kuantan saat ini sangat miris, akibat penambangan emas ilegal. Namun hal tersebut tak menyurutkan semangat kami, karena Tepian Sungai Kuantan pun sudah cukup untuk acara kami. Loh katanya Mandi Belimau? Kenapa di Tepian gak di Sungainya? Gak mandi? Salah satu alasan kami tidak mandi adalah karena air Sungai Kuantan yang mulai memburuk. Ya, walaupun adik-adik sepupu saya tidak bisa menahan dirinya untuk tetap mandi.
makan bersama
Makan Bersama

Memang kami mengubah konsep Mandi Belimau kali ini. Kami lebih memilih memanfaatkan momen berkumpul bersama di Tepian Sungai untuk bersilaturahmi dengan keluarga, sahabat dan tetangga. Dengan datangnya bulan nan suci tentu kita harapkan dapat memafkan satu sama lainnya. Sore itu kami hanya habiskan waktu untuk bersenda gurau dan makan bersama sambil menikmati keindahan sepanjang Tepian Sungai Kuantan.

A post shared by Iva Mairisti (@iva_gs) on


A post shared by Iva Mairisti (@iva_gs) on

Di daerah lainnya seperti di Kuantan Hilir, ternyata Sungai Kuantan juga masih menjadi pilihan masyarakat terbukti dengan foto yang diupload akun instagram @kuansingpict beberapa hari yang lalu.



Acara Mandi Belimau di Muara Lembu

Muara Lembu bukan nama hewan ya, Muara Lembu merupakan nama salah satu daerah di Kuansing. Nah, disinilah acara terbesar Mandi Belimau diadakan. Selain karena dibuka langsung oleh pejabat daerah, acara Mandi Belimau muara lembu juga dilengkapi dengan adanya balap motocross. Acara ini rutin diadakan tiap tahunnya. Kemeriahan tampak jelas dengan selalu membludaknya pengunjung baik untuk Mandi Belimau maupun untuk menonton balapan. Tentunya balapan tersebut diikuti oleh pembalap-pembalap terbaik Kuantan Singingi. Keren, ya.




Nah, itu dia tuh beberapa acara Mandi Belimau yang tersebar di Kuansing. Tradisi masyarakat Riau, Kuansing khususnya dalam menyambut bulan suci Ramadhan. Meriah banget kan. Ohiya baru-baru ini akun instagram @indosiarid mengupload tentang Tradisi Menyambut Ramadhan di Indonesia. Disana ada terselip Pacu Jalur



Sepertinya ada yang perlu diluruskan, mohon dibaca lagi sejarah Pacu Jalur ya. Seiring berjalannya waktu Pacu Jalur bukan lagi tradisi menyambut puasa, melainkan untuk memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Buat kalian yang mau wisata budaya Pacu Jalur tahun ini bisa hubungi saya. Tentunya saya akan bersenang hati menyambut kalian disini. Boleh baca artikel berikut untuk menjelaskan lebih tentang Pacu Jalur dan bagaimana keseruannya.



Sebelum saya tutup artikel ini saya mau mengucapkan:

Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1438H

May 02, 2017

Ngetrip ke Air Terjun Dangku + Vlog

Kabupaten Kuantan Singingi, Riau memang tidak pernah kehabisan pesonanya. Setelah beberapa waktu yang lalu saya berhasil Ngetrip ke Air Terjun Patisoni, akhirnya sekarang saya bisa menginjakkkan kaki di Air Terjun ke-5 yang saya datangi (khusus Kuansing) yaitu Air Terjun Dangku. Waah, masih banyak juga yaa air terjun yang belum saya datangi. Semoga masih diberikan kesehatan dan kekuatan oleh sang pencipta sehingga saya sanggup untuk datangi semua Air Terjun yang ada di Kuantan Singingi. Amiiin. Kali ini saya tim saya ngetrip bukan bersama Komunitas Kuansing Teachers Adventure, melainkan teman ngetrip sebelumnya yaitu family and besfriend. Kita yang selalu ada saat dibutuhkan dan membutuhkan. Nah, bagaimana keseruan kami ngetrip ke Air Terjun Dangku. Yuk ikuti terus yaa.
air terjun dangku

Letak Air Terjun Dangku
air terjun dangku
Air Terjun Dangku terletak di Desa Pantai, Kecamatan Kuantan Mudik, Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau. Dari Kota Teluk Kuantan (ibukota Kabupaten Kuantan Singingi) menuju lokasi air terjun dibutuhkan waktu sekitar satu setengah jam dengan jarak total 56 Km. Diperkirakan sekitar 20 Km di jalan lintas, 34 Km di jalan desa dan 2 Km jalan masuk menuju lokasi (jalan tanah). Agak sedikit berbeda dengan Air Terjun Patisoni, Air Terjun Dangku ini sudah dikelola, walaupun bukan oleh pemerintah daerah, melainkan warga setempat. Terbukti dengan adanya penunjuk arah (baru dibuat pas waktu kami kesana) dan sudah ada yang menjaga sepeda motor kami alias tukang parkir. Air Terjun Dangku ini terletak di dalam perkebunan sawit sehingga dulunya banyak kabar beredar bahwa sering pengunjung kehilangan sepeda motor, tetapi sekarang keadaan berbeda karena sudah ada tukang parkir. Ya walaupun saat itu kami jaga-jaga dengan menggembok rantai sepeda motor kami.


air terjun dangku


Perjalanan Menuju Air Terjun Dangku
Pada hari itu, Minggu, 9 April 2017 kami (Iva, Taufik, Kak Welia, Kak Ika, Dedi, Telha) berangkat menuju Air Terjun Dangku sekitar pukul 11:30 WIB dari Kota Teluk Kuantan. Kami kira perjalanan cukup singkat, tenyata tidak ada 56 Km yang harus kami lalui. Waktu itu menunjukan pukul 12:20 WIB kami memutuskan untuk sholat zuhur terlebih dahulu pada salah satu Mesjid di Desa Cengar. Masih ada sekitar setengah jam menuju lokasi. Kemudian kami lanjutkan perjalanan, kami tidak singgah membeli makan atau minuman karena untuk trip kali ini semua sudah kami persiapkan dari rumah. Membawa bekal nasi dan minum dari rumah. Hanya saja kami berbelok sedikit sebentar menuju Pasar Lubuk Jambi untuk membeli gembok rantai sepeda motor.
Lama waktu berlalu, saya yang awalnya tidak menyangka lokasinya cukup jauh mulai heran dengan jalanan yang sangat sunyi. Di samping kiri kanan kami hanya ada kebun sawit. Hanya beberapa rumah warga. Hingga tiba akhirnya Taufik (adik saya) yang sudah pernah ke Air Terjun ini menghidupkan lampu menandakan belok ke kanan. Kebetulan para pemuda Desa Pantai sedang memasang petunjuk arah menuju Air Terjun Dangku yang terbuat dari parabola bekas dan di cat berwarna kuning. Disana bertuliskan "Air Terjun Dangku, Desa Pantai 2 Km". Kami lanjutkan 2 Km perjalanan dengan jalan yang sedikit berbeda, jalan tanah dengan bebatuan yang lumayan besar. Hampir sama dengan jalan ke Air Terjun Hulu Lembu, namun bedanya kali ini medan jalannya tidak begitu curam naik dan turunnya.
Akhirnya setelah 2 Km berlalu, kami parkirkan kendaraan kami tepat di bawah pohon sawit. Kemudian dirantai dan digembok. Tapi Alhamdulillah kekhawatiran kami atas isu kehilangan motor mulai menurun karena ada pemuda Desa Pantai yang mau jadi juru parkir. Seharga Rp.5.000/motor. Turun dari sepeda motor kami lanjutkan berjalan kaki ke bawah dengan medan yang tidak begitu sulit. Cukup 2 menit, tak jauh dan akhirnya sampailah kami di Air Terjun Dangku. Sebelum menikmati keindahan dan kesejukan airnya, kami putuskan untuk makan siang terlebih dahulu.
makan di air terjun dangku

Keunikan Air Terjun Dangku 
Diantaranya yaitu aliran air terjunnya yang bisa dihentikan menggunakan batuan besar yang ada di puncak air terjun. Selain itu juga Air Terjun Dangku ini memiliki air yang sangat jernih, mungkin juga karena dasarnya bebatuan. Hingga kita bisa lihat dengan jelas bebatuan dan kayu-kayu yang ada di dasar kolam air terjun tersebut. Selain itu Air Terjun Dangku juga memiliki ciri khas yaitu pohon tumbang besar yang ada di sisi kiri air terjun. Ini menambah keindahannya serta dimanfaatkan oleh pengunjung untuk sampai ke puncak air terjun. Nah, dari situlah Air Terjun Dangku ini bisa dihentikan alirannya. Batuan besar yang ada di puncaknya bisa menahan debit air. Kebetulan juga saat itu debit airnya tidak tinggi. 
Air Terjun Dangku Berhenti Mengalir
Air Terjun Dangku Berhenti Mengalir

Ditambah lagi dengan sinar matahari yang tepat menyinari langsung dari puncak air terjun, sehingga kalau kita berfoto, airnya akan memantulkan cahaya tersebut. Indahnya. Tetapi bagi kalian yang mau kesini, paling tidak pas kalau hari libur, karena ramai pengunjung sementara tempat mandi atau kolamnya tidak begitu luas. 

Oiya, bagi teman-teman yang mau datang berkunjung, kalau kalian punya motor trail bisa dibawa ke bawah. Langsung ke dekat air terjun. Tapi hati-hati yaa. Waktu kami datang berkunjung sebenarnya banyak sampah berserakan, seperti sampah snack dan botol minuman. Tapilagi-lagi sepertinya pemuda Desa Pantai cepat tanggap, mereka lihai membersihkan lokasi air terjun dari sampah-sampah tersebut. Itulah yang kami lihat saat kami datang ke Air Terjun Dangku.

Semoga mereka-mereka yang demikian disadarkan diri dan pikirannya. Apa susahnya bawa kembali sampahnya. HHmmm. Tunggu apalagi mari jelajah alam Kuantan Singingi, Provinsi Riau masih ada lebih dari 20 air terjun yang belum saya datangi. Mau ngetrip bareng? Ayo hubungi saja. Kapan ke Riau? #AyokeRiau

Video Ngetrip ke Air Terjun Dangku
Berikut ini videonya, maaf putar otomatis nih. Hehe

April 03, 2017

Ngetrip ke Air Terjun Patisoni

Total baru 4 (empat) air terjun yang saya jelajahi di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), kampung halaman. Sementara di Kuansing ada lebih dari 20 Air Terjun. Woow masih banyak banget yang belum saya datangi yaa. Kalian bisa baca cerita travelling saya ke 4 air terjun tersebut dengan klik label Pesona Kuantan Singingi. Selain pesona air terjun, bisa juga temukan keindahan Kuansing lainnya di label tersebut. Mulai dari budaya, tradisi hingga lokasi menarik untuk dikunjungi. Oke, kali ini saya akan ceritakan perjalanan saya bersama guru-guru muda bersahaja menuju sebuah Air Terjun yang bernama Air Terjun Patisoni. Bagaimana keseruannya, yuk baca artikel Ngetrip ke Air Terjun Patisoni ini. Kalau lagi malas baca, bisa klik aja langsung video YouTube yang saya sematkan di akhir postingan ini. Tapi jangan lupa like, comment dan subscribe yaa.

Letak Air Terjun Patisoni
Air Terjun Patisoni terletak di Desa Cengar, Kec. Kuantan Mudik, Kab. Kuantan Singingi, Provinsi Riau. Dari ibukota kabupaten yaitu Kota Teluk Kuantan jaraknya sekitar 1 jam perjalanan menggunakan sepeda motor. Melewati jalan lintas Kuansing - Sumatera Barat, jalan desa dan jalan tanah kuning dengan bebatuan kecil. Air Terjun Patisoni terletak di perkebunan sawit warga. Air Terjun Patisoni sebenarnya sudah lama ditemukan, hanya saja baru kali ini saya bisa kesana. Tetapi karena kurangnya perhatian pemerintah, lagi-lagi Air Terjun Patisoni juga bukan merupakan Air Terjun yang dikelola dengan baik. Terbukti dengan tidak adanya tempat parkir, tukang karcis ataupun tukang siomay. Hehe. Pemandangannya benar-benar alami. Aksesnya pun sebenarnya tidak tergolong sulit karena sudah dibuatkan tempat berpegangan oleh masyarakat setempat. Hanya tinggal kesadaran pengunjung untuk menjaganya.
Air Terjun Patisoni Tampak Dekat
Air Terjun Patisoni Tampak Dekat

Air Terjun Patisoni Tampak Jauh
Air Terjun Patisoni Tampak Jauh

Perjalanan Menuju Air Terjun Patisoni
Pagi itu, Selasa, 28 Maret 2017 pukul 11.00 WIB saya bersama teman guru seperjuangan berangkat menuju lokasi Air Terjun. Perjalanan habis 2 jam karena kami singgah untuk jemputin teman yang lain, beli nasi, dan sholat zuhur. Alhasil kami sampai di lokasi sekitar pukul 13.00 WIB.
Tim Ibu-Ibu
Tim Ibu-Ibu
Tim Bapak-Bapak
Tim Bapak-Bapak (kurang 1 orang nih)
Tips: Bawa makanan dari luar, karena di Air Terjun Patisoni gak ada yang jualan
Jalan menuju Air Terjun Patisoni juga melewati jalan tanah kuning dan bebatuan kecil. Namun, jalannya tidak terlalu terjal seperti jalan menuju Air Terjun Hululombu di Muara Lembu. Kami parkir di perkebunan sawit milik warga.
Tips: Bawa kunci ganda (gembok), karena gak ada tukang parkir
Kemudian berjalan sekitar 5 menit menuju puncak air terjun. Melewati jalan yang tidak terlalu menantang, karena memang sudah dibuatkan jalan oleh masyarakat setempat walaupun pegangan dan tempat berpijaknya masih dari batang-batang pepohonan yang disusun demikian rupa. Sayang sekali waktu kami datang, Air Terjun Patisoni dalam keadaan sedang keruh, karena sudah dua malam beturut-turut hujan lebat.
Air Terjun Patisoni Saat Jernih
Air Terjun Patisoni Saat Jernih

Dari Puncak Air Terjun Patisoni
Dari Puncak Air Terjun Patisoni

Setelah sekitar 10 menit kami melihat pemandangan dari puncak Air Terjun Patisoni, kami memutuskan untuk ke bawah agar bisa berenang dan makan dulu. Bagi kami (terutama wanita) gak mungkin terjun, karena itu tinggi banget. Katanya sih ada 14 meter. Setelah kami selesai makan, kami lanjut bermain air di sekitar Air Terjun. Untuk menuju tepat di bawah Air Terjun kami harus melewati tebing bebatuan disisi kanan lokasi air terjun. Bebatuannya lumayan licin.
Perjalanan ke Bawah
Perjalanan ke Bawah
Tips: Ajak teman yang pandai berenang, kalau kita tidak pandai berenang
Berhubung kemampuan renang saya masih minim, akhirnya saya beranikan diri melewati tebing bebatuan. Teman  lain yang tidak pandai berenang pun ikutan, dibantu beberapa teman yang pandai berenang juga sih. Akhirnya saya sampai di bawah air terjun, tetap aja gak berani nyebur. Udara di bawah air terjun sangat dingin sehingga kami tak lama berada di bawahnya. Tapi untuk kalian yang mau ke Air Terun Patisoni, rugi banget kalau kalian gak sampai ke bebatuan yang ada di samping Air Terjun. Sensasi di bawah air terjun, percikan air, dan angin yang ditimbulkan membuat pikiran lebih fresh. Oiya, ke Air Terjun manapun kalian, kalau gak nyebur, pasti rasanya ada yang kurang. Kalaupun gak pandai berenang, nikmati saja airnya. Segar sekali air dari tanah Indonesia ini. Sungguh, semakin membuat cinta kepada Indonesia. 
Jangan munafik. Dari kecil kita hirup udara dan minum air dari bumi Indonesia. Tak mungkin kita tak mencintainya.
Lewat Pinggir
Lewat Pinggir

Hampir Sampai Nih
Hampir Sampai Nih

Tepat Di Bawah Air Terjun Patisoni
Tepat Di Bawah Air Terjun Patisoni

Segerombolan Manusia yang Gak Jago Berenang
Segerombolan Manusia yang Gak Jago Berenang
So, gak perlu jauh-jauh untuk liburan ya. Indonesia luas, bahkan lokasi-lokasi bagus ada di Indonesia. Banggalah kita lahir di tanah air Indonesia.

Setelah itu kami lanjutkan untuk pulang dan di tempat saya berdiri meletakkan tas, kaki saya kena duri.
Tips: Hati-hati di Air Terjun Patisoni, banyak duri sawit
Beberapa hal yang unik dari Air Terjun Patisoni yaitu: air terjun masih alami, ketinggiannya menimbulkan angin yang cukup kencang, dasarnya tidak begitu dalam, banyak cahaya yang masuk karena lokasi cukup besar, tidak segelap di Air Terjun Hulu Lombu ataupun Air Terun Tangogan yang diapit tebing-tebing tinggi.

Perjalanan pulang, naik ke tempat parkiran terasa lebih berat. Medannya mendaki, jadi cukup membuat lelah. Tapi itulah gunanya pergi bersama-sama. 
Di alam, apapun bisa terjadi. Itulah gunanya kerjasama tim dalam travelling.

Oke, itu dia sedikit cerita perjalanan kami menuju Air Terjun Patisoni, semoga bisa jadi referensi untuk kalian yang mau wisata Air Terjun di Kuansing. Tapi menurut saya, karena kami datang kesana waktu airnya lagi keruh, saat ini Air Terjun Tangogan masih jadi idola bagi saya. Berikut ini video kami Ngetrip ke Air Terjun Patisoni. Maafkan kemampuan editing yang biasa aja, kamera juga agak goyang karena cuma pakai action cam. Kalau penasaran silahkan klik, videonya agak panjang sih. Ada 10 menitan, oke langsung aja. Jangan lupa like, comment dan subscribe.

February 21, 2017

Ngetrip ke Air Terjun Batang Ogan (Tangogan) Part 2

Loh, kenapa judulnya ada "Part 2" nya? Tentu, karena sebelumnya saya juga sudah pernah menulis tentang Air Terjun Batang Ogan pada artikel Ngetrip ke Air Terjun Batang Ogan (Tangogan) Lalu untuk apa saya tuliskan lagi? Nah, jadi begini Air Terjun Batang Ogan belum terkelola secara besar-besaran oleh pemerintah namun sejauh ini sudah mengalami peningkatan yang sangat baik, sehingga yang dulunya akses jalan sangat sulit hingga saat ini aksesnya sudah tergolong baik. Oleh karena itu, akan saya ulas disini bagaimana perbedaannya. Nah, buat yang mau tau dimana Air Terjun Batang Ogan dan bagaimana menuju lokasi. Silahkan baca dulu artikel saya sebelumnya. DISINI

January 17, 2017

Pesona Telaga Dompeng dan Danau Biru

Kembali lagi bersama saya di MungkinBlog.com. Yeaah. Kalau mau bicara soal tempat wisata atau tempat foto kekinian di sekitar Teluk Kuantan, saya banyak tahu. Kali ini saya akan bicarakan tentang telaga dan danau yang baru-baru ini muncul tanpa sengaja. Telaga dan Danau itu sebenarnya tidak punya nama resmi karena memang tidak dikelola secara resmi. Hanya sebagai lokasi wisata alam untuk bersantai dan foto-foto saja. Tidak ada yang jualan disana, tukang parkir atau bahkan tukang pungut uang masuk alias abang-abang karcis. Haha. Langsung saja.

January 07, 2017

Air Terjun Hulu Lembu (Hulu Lombu)

Holaaa, kali ini saya kembali untuk menceritakan trip saya ke Air Terjun Hulu Lembu pada liburan semester kemarin. Mudah-mudahan postingan ini bisa memberikan petunjuk bagi teman-teman yang ingin berwisata di Kab. Kuantan Singingi, Riau. Kalau mau tau keindahan kampung halaman saya bisa kalian baca dan simak setiap postingan yang ada pada label "Pesona Kuantan Singingi". Ada 20an lebih air terjun disini, tapi saya baru jelajah 3 air terjun. Masih alami, jadi aksesnya masih sulit. Itulah kendalanya. Langsung saja, berikut ini penjelasan tentang Air Terjun Hulu Lembu.

October 01, 2016

Ngetrip ke Air Terjun Batang Ogan (Tangogan)

Awal-awal tahun 2016 masyarakat Kab. Kuantan Singingi (Kuansing), Riau mulai gencar mempromosikan tempat-tempat wisata yang ada di Kuansing. Salah satunya adalah air terjun. Sebelumnya di Kuansing hanya ada 2 air terjun yang dikenal luas yaitu Air Terjun Guruh Gemurai dan Air Terjun Batang Koban. Selain itu, ternyata masih banyak surga tersembunyi lainnya yang ada di Kuansing. Kalau dihitung-hitung ada sekitar 20 air terjun yang sudah saya ketahui. Nanti saya bahas lagi air terjun tersebut di artikel berikutnya. Nah, kali ini saya akan bahas tentang Air Terjun Batang Ogan (Tangogan). Mudah-mudahan bisa jadi referensi tempat berkunjung apabila ke Kuansing, Riau.

July 23, 2013

Penetapan Awal Ramadhan dan Tradisi Mandi Belimau

Memasuki bulan Ramadhan, banyak persiapan yang dilakukan oleh masyarakat. Salah satu tradisi menyambut bulan suci Ramadhan dikampung halaman saya Kabupaten Kuantan Singingi, Riau yaitu tradisi "Mandi Belimau". Mandi Belimau, mandi = mandi, limau = jeruk, Mandi Belimau berarti mandi menggunakan jeruk. Konon katanya tradisi ini diturunkan dari nenek moyang dan sudah ada sejak dahulu kala. Mandi Belimau dilakukan untuk mensucikan diri dari hadast besar sebelum berpuasa dibulan Ramadhan. Seperti ajaran agama Islam, mandi belimau sama halnya dengan mandi wajib. Namun perbedaannya, mandi belimau ini dilakukan ditempat-tempat umum seperti sungai, air terjun, danau, pantai dan tempat pemandian lainnya dengan menggunakan jeruk sebagai pengganti sabun.

June 01, 2013

Sontuang Palalau

Sontuang Palalau? Iya, Sontuang Palalau. Sontuang Palalau merupakan sebuah istilah yang sedang hangat dibicarakan dikalangan teman-teman dekat saya. Istilah "Sontuang Palalau" berasal dari bahasa asli Kabupaten Kuantan Singingi, Riau. Kampung halaman saya yang tercinta. Nah, kali ini saya akan bercerita tentang Sontuang Palalau. Untuk lebih tau selengkapnya tetaplah bersama saya di Mungkin Blog *iklan*.

February 22, 2013

Desa Wisata, Koto Sentajo dan Kasang

Desa Wisata adalah tema pekan ke tujuh Liga Blogger Indonesia. Indonesia, memang punya banyak desa wisata yang menarik untuk dikunjungi. Namun, tidak semua Desa Wisata tersebut dikenal sampai ke seluruh Indonesia, apalagi mancanegara. Oleh karena itu, saya memilih untuk membahas Desa Wisata yang ada dikampung halaman saya. Yah, semoga bisa sedikit membantu mempromosikannya. Sebelumnya sudah tau apa yang dimaksud Desa Wisata? Belum.? Berikut penjelasannya lebih lengkapnya lagi.

February 08, 2013

Kerupuk Ubi Khas Desa Pulau Aro

Sebelumnya saya sudah pernah membahas tentang Keindahan Aro Island, Kampung Halamanku. Nah, Aro Island itu sebenarnya dibaca Pulau Aro. Ya biar keren, makanya ditulis Aro Island. Disana sempat saya sebutkan pula bahwa di Pulau Aro terdapat kebun ubi. Oleh karena itu, sebagian masyarakat Desa Pulau Aro banyak yang berinisiatif membuat makanan untuk dijadikan sumber penghasilan dari ubi-ubi tersebut. Salah satunya adalah kerupuk ubi. Mau tau cara pembuatan dan kenikmatan dari kerupuk ubi khas Desa Pulau Aro? Lanjut dibaca ya.!

February 07, 2013

Pengobatan Tradisional, Obat Perangan

Dua minggu sebelumnya puas sudah saya menikmati Senja Cinta di Jembatan Indragiri. Akhirnya saya memutuskan untuk menikmati sisa liburan ini untuk pulang kekampung halaman, Desa Pulau Aro Kuantan Singingi, Riau. Nah seperti biasanya, kalau sudah di kampung halaman seperti ini, pasti akan banyak pengalaman baru yang saya dapatkan. Kali ini tentang cara pengobatan tradisional yang bernama Ubek Perangan (“Ubek” dalam bahasa kampungku berarti “Obat”).

October 22, 2012

Tempat Nongkrong Paling Asyik di Kota Jalur

Postingan ini sengaja saya buat di karenakan saya sangat rindu kepada kampung halaman. Kampung halaman saya yaitu Kota Jalur. Kota Jalur merupakan julukan untuk Kota Teluk Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi Riau. Sobat bisa baca lebih lanjut tentang letak strategis Kota Jalur disini. Nah, postingan kali ini benar-benar hanya dikarenakan saya merasa sangat rindu ingin pulang dan nongkrong bareng teman-teman di Kota Jalur.

August 03, 2012

Keindahan Aro Island, Kampung Halamanku

Desa tempat kelahiranku bernama Desa Pulau Aro, jika di terjemahkan kedalam bahasa inggris berarti aro island *maksa. Desa pulau aro terletak di Kecamatan Kuantan Tengah, Kabupaten Kuantan Singingi, Riau. Desa pulau aro memiliki 3 dusun yaitu dusun pulau-pulau, dusun teratak padang, dusun poriang. Desa pulau aro memiliki beberapa buah jalur yaitu: Simpati, Taruna Muda, Tuah Inayan, Cinto Mani dan apalah itu namanya. Apo keindahan dan yang menarik di Desa Pulau Aro?

July 20, 2012

Teknologi Digital untuk Promosi Adat Budaya dan Pariwisata Indonesia

Pada era globalisasi seperti saat sekarang ini, dapat dikatakan bahwa hanya secuil atau bisa dianggap tidak ada manusia yang tidak tahu apa itu teknologi. Secara langsung maupun tidak langsung, sadar maupun tidak sadar, mayoritas penduduk Indonesia telah menggunakan teknologi dalam kehidupan sehari-hari. Kehidupan dan kelangsungannya sudah sangat berikatan erat dengan teknologi. Sebelumnya saya ingin bertanya kepada sobat sekalian, Apa itu Teknologi? Apakah sejenis makanan atau minuman? Mungkinkah itu sebuah benda? Atau sejenis trend model pakaian? Hahahaha sepertinya tambah ngawur saja artikel ini. Oke langsung saja kita pelajari bersama mengenai pengertian teknologi, digital dan teknologi digital. Check It Out..!

June 30, 2012

Kuansing, Salah Satu Kabupaten yang Paling Indonesia

Kisah ini bercerita tentang seorang gadis yang bernama Memey dan biasa dipanggil Mey. Mey dilahirkan disebuah desa yaitu Desa Pulau Aro, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) dan saat itu Mey berusia 16 tahun. Kuantan Singingi merupakan sebuah kabupaten di Provinsi Riau yang beribukotakan Kota Teluk Kuantan. Semenjak kecil, Mey meninggalkan kampung halamannya untuk ikut merantau bersama kedua orang tuanya. Namun pada suatu ketika yaitu saat memasuki Sekolah Menengah Atas, Mey dipulangkan oleh kedua orang tuanya kekampung halaman yaitu Desa Pulau Aro.